Pelaksana proyek

Pelaksana proyek, tugas, kewajiban & tanggung jawab

Tugas, kewajiban, dan tanggung jawab seorang pelaksana bangunan (site coordinator/supervisor) berfokus pada eksekusi fisik proyek di lapangan.
Berikut adalah rincian tugas, kewajiban, dan tanggung jawabnya agar proyek berjalan lancar:

1. Tugas Utama (Tasks)

  • Mempelajari Gambar Kerja: Memahami gambar teknik (DED) dan spesifikasi material sebelum bekerja.
  • Mengatur Tenaga Kerja: Membagi tugas harian kepada mandor, tukang, dan kuli di lapangan.
  • Mengawasi Metode Kerja: Memastikan teknik pemasangan atau pengecoran sesuai standar konstruksi.
  • Membuat Laporan Harian: Mencatat progres fisik, jumlah pekerja, cuaca, dan kendala lapangan.
  • Menghitung Kebutuhan Bahan: Memastikan material datang tepat waktu sesuai jadwal kerja. [1, 2]

2. Kewajiban (Duties)

  • Mematuhi Jadwal (Time Schedule): Mengejar target mingguan agar proyek tidak terlambat.
  • Menjaga Kualitas (Quality Control): Memastikan hasil adukan semen, presisi bangunan, dan ukuran sesuai rencana.
  • Menerapkan K3: Mewajibkan semua pekerja menggunakan helm, sepatu bot, dan tali pengaman.
  • Berkoordinasi Rutin: Melapor kepada site manager dan berkomunikasi dengan konsultan pengawas. [3]

3. Tanggung Jawab (Responsibilities)

  • Hasil Fisik Bangunan: Bertanggung jawab penuh atas kekuatan dan kerapian bangunan yang digarap.
  • Efisiensi Material: Memastikan tidak ada material yang terbuang sia-sia (mencegah pemborosan).
  • Keselamatan Lapangan: Bertanggung jawab jika terjadi kecelakaan kerja akibat kelalaian prosedur.
  • Keharmonisan Tim: Menjaga situasi kerja tetap kondusif dan menyelesaikan konflik antarpekerja.

Share the Post:

Artikel terkait